Sudahkah Anda bersyukur bisa melihat hari ini?

Seorang anak laki-laki buta duduk di tangga sebuah bangunan dengan topi di dekat kakinya. Dia mengangkat sebuah tanda yang bertuliskan: “Saya buta, mohon bantuannya.” Hanya ada beberapa koin di topi lusuh itu.

Seorang pria kemudian lewat. Dia mengambil beberapa koin dari sakunya dan memasukkannya ke dalam topi. Dia lalu mengambil tanda itu, membalikkannya, dan menulis beberapa kata. Dia meletakkan tandanya kembali sehingga setiap orang yang lewat akan melihat kata-kata baru.

Segera topi itu mulai terisi. Semakin banyak orang memberi uang kepada anak tuna netra itu. Sore itu orang yang telah mengubah tanda itu datang untuk melihat bagaimana keadaannya. Anak laki-laki itu mengenali langkahnya dan bertanya, “Apakah Anda orang yang mengubah tanda saya pagi ini? Apa yang Anda tulis?”

Pria itu berkata, “Saya hanya menulis yang sebenarnya, saya mengatakan dengan cara yang berbeda.”

Apa yang dia tulis adalah: “Hari ini adalah hari yang indah tapi saya tidak dapat melihatnya.”

Apakah menurut Anda tanda pertama dan tanda kedua mengatakan hal yang sama?

Tentu saja kedua tanda itu mengatakan kepada orang-orang bahwa anak itu buta. Tapi tanda pertama hanya mengatakan anak itu buta. Sedangkan tanda kedua mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka sangat beruntung karena mereka tidak buta. Haruskah kita terkejut bahwa tanda kedua lebih efektif?

‚ÄúDan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.” [surah Al-Mu’minun; 78]

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan