Renungan: isilah hati dengan kreasi Allah yang tak pernah usang

Suatu hari kami menghadiri pidato yang diberikan oleh seorang ulama yang berasal dari Prancis. Pidato itu sangat menghangatkan hati dan baik bagi iman kami. Saya akan berbagi sedikit berdasarkan apa yang dia katakan.

Dia mengatakan bahwa hati kita terisi penuh dengan apa yang kita lihat. Rumah bagus, mobil, uang, pakaian bagus, dll.

Itu semua hanyalah ciptaan kecil manusia dan pasti akan habis. Dia mengatakan kepada kita untuk tidak mengisi hati kita dengan ciptaan-ciptaan manusia yang kecil itu, melainkan mengisinya dengan Keagungan Allah dengan melihat kreasi-Nya yang tak ada bandingannya.

Dia menyuruh kami untuk melihat langit. Langit sudah ada milyaran tahun tapi setiap hari selalu terlihat baru.

Dia meminta kami untuk melihat burung-burung itu, mereka hanya memiliki satu gaun dan mereka bahkan tidak mencucinya.

Tapi bahkan setelah 20 tahun, kita akan melihat bulu mereka tetap ada, masih bersinar dan bahkan dihiasi berbagai warna-warna yang indah.

Allahu Akbar! Marilah kita mengosongkan isi hati kita semua, dan hanya membawa Allah ke dalamnya.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. Al Qur’an 3: 185.

Tafsir Jalalayn

(Setiap diri akan merasai kematian dan hanya pada hari kiamatlah pahalamu disempurnakan) artinya pada hari kiamatlah ganjaran amal perbuatanmu dipenuhi dengan cukup. (Barang siapa yang dijauhkan) setelah itu (dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia beruntung) karena mencapai apa yang dicita-citakannya. (Kehidupan dunia ini tidak lain) maksudnya hidup di dunia ini (hanyalah kesenangan yang memperdayakan semata) artinya yang tidak sebenarnya karena dinikmati hanya sementara lalu ia segera sirna.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan