Bacaan Imam Setelah Surat Al-Fatihah Yang disunahkan

Topikislam.com – Ketika shalat berjama’ah tentunya ada seorang imam yang berdiri di depan, sebagai komando yang wajib di ikuti oleh makmumnya.

Ketika shalat magrib, shalat isya, shalat shubuh atau shalat berjamaah yang lainya, imam di anjurkan menzaharkan/mengeraskan bacaanya ketika berdiri (baca Al-fatihah dan surat lain), bangun dari ruku’, bangun dari sujud dan salam.

Ada dua macam sifat bacaan imam ketika shalat berjamaah ada yang panjang bacaanya ada yang pendek, lalu manakah yang lebih utama ?

Bacaan imam yang terlalu lama atau panjang

Berdasarkan pengalaman ada sebagian jamaah (makmum) ketika imam membaca surat atau ayat yang panjang, jamaah (makmum) akan merasakan bosan dan capek apalagi bacaanya amburadul dengan suara yang jelek.

Akan tetapi ada sebagian jamaah (makmum) yang merasa teduh dan nyaman ketika imam membaca surat atau ayat-ayat panjang dengan suara yang merdu mendayu-dayu lagi faseh bacaanya,itu juga kalau memang tidak ada keperluan atau udzur lain yang mendesak setelah shalat atau ketika di dalam shalat misalnya tiba-tiba merasakan perut mules dan lain sebagainya.

Baca Juga: Rukun Shalat Yang Wajib di Ketahui Ummat Muslim

Bacaan imam yang terlalu pendek

Ketika imam membaca surat setelah Al-fatihah dengan bacaan terlalu pendek, berdasarkan pengalaman, jamaah atau makmum tidak sempat atau tidak terburu membaca Al-fatiha, karena sebagian jamaah ketika imam membaca fatihah makmum hanya mendengarkan saja.

Lantas bagaimanakah bacaan imam yang bersetandar memenuhi kebutuhan semua jamaah atau makmumnya ?

Jawabanya adalah sangat gampang yaitu jangan baca terlalu panjang dan jangan baca yang terlalu pendek, dan bacaan harus tartil sesuai mahrajil huruf syukur-syukur dengan suara yang merdu.

Tulisan di atas tersebut hanya semata-mata berdasarkan pengalaman saja, adapun apabila anda ingin mengetahui lebih dalam bagaimana bacaan imam yang di sunahkan menurut hadist Nabi Muhammad saw. insyaallah akan saya terangkan di bawah ini.

Bacaan surat imam yang di sunahkan

Berdasarkan Hadist Rasulullah SAW.

Dalam hal ini beliau bersabda :
Artinya :
Dari abu hurairah ra. Bahwasanya Nabi saw. Bersabda : “jika seorang di antara kamu shalat bersama-sama orang banyak, hendaklah meringankan/memendekan bacaan surat, karena di antara mereka ada yang tidak tahan lama berdiri, ada yang sakit, ada pula yang sudah tua. Dan jika kamu shalat sendirian (shalat seorang diri), maka bolehlah kamu memanjangkan (bacaanya) sekehendaknya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadist tersebut sangat di anjurkan agar imam memperhatikan para makmumnya, kalaupun tidak mengetahuinya karena memang sangat susah di tebak, maka solusinya adalah imam agar memilih bacaan atau surat-surat pendek saja, karena ini adalah hukumnya sunah.

Dan apabila sebaliknya imam membaca surat panjang dengan tidak memperdulikan makmumnya maka makruh hukumnya.

Apalagi membaca surat yang panjang hanya sekedar untuk di puja puji oleh orang maka itu adalah RIYA dan riya itu haram.

Banyak kejadian yang aneh bagi sebagian masyarakat muslim, ketika shalat di depan orang banyak atau menjadi imam shalatnya di panjang-panjangin begitu sebaliknya shalatnya secepat kilat, yang demikian itu sangatlah di sayangkan apabila shalatnya bukan karena Allah tapi karena ingin mendapat pujian, semoga Allah memberi petunjuk pada kita semua, amin ya rabal’alamin.

Baca Juga: Macam-macam Shalat Sunnah Yang di Syariatkan

Semoga artikel ini ada manfaatnya, mohon maaf apabila ada salah kata yang di sengaja atau yang tidak di sengaja, itu datangnya dari saya, yang paling benar dan maha benar adalaha datangnya dari Allah ajawazala.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan