Kenapa Shalat Sunat Harus Bergeser Dari Tempat Shalat Fardlu, Kamu Harus Tahu Ini!

TopikIslam.comBerbagi ilmu agama islam, anda mungkin sering melihat ketika ada orang shalat fardlu dan melanjutkan shalat sunat (ba’diyah), orang tersebut bergesr dari tempat shalat semula (shalat fardlu).

Kenapa Shalat Sunat Harus Bergeser Dari Tempat Shalat Fardlu

Sebagai muslim yang pintar anda harus tahu mengapa orang itu harus mesti bergeser atau pindah ? ingin tahu jawabanya yuk kita ikuti terus artikel ini.

Bagi sebagian orang mungkin tidak mau tahu dan yang penting asal mengikuti saja sudah cukup katanya, itulah kelemahan sebagian orang islam dan selamanya tidak akan pernah tahu, ini sangat merugikan sekali.

Untuk di ketahui bahwa orang yang tahu dan orang yang tidak tahu sangatlah berbeda seperti langit dan bumi sangat jauh jaraknya.

Karena dengan tidak mau tahu dan merasa sudah cukup maka akan semakin meningkatkan kebodohan orang tersebut tak terkecuali mungkin dalam bab-bab yang lainya juga tidak ingin mau tahu, maka jelaslah orang yang tidak mau tahu atau tidak mau belajar adalah orang yang merugi.
Dan bagi anda yang sedang mencari tahu maka anda termasuk orang yang beruntung pasti derajatnya akan lebih tinggi dari orang itu.

Shalat fardlu dan shalat sunat pada dasarnya tidak ada yang berbeda karena shalat sunat semua tata caranya di arahkan seperti shalat fardlu, akan tetapi hukumnya berbeda, dan kenapa harus hukumnya sunat ? karena untuk meringankan pekerjaan ibadah bagi umat islam, karena dalam pengertian sunat adalah apabila dikerjakan akan mendapat pahala dan apabila di tinggalkan maka tidak berdosa, itulah yang saya maksud meringankan umat pemeluk agama islam.

Akan tetapi bagi orang yang bertaqwa secara kaffah maka mereka akan menjalankan sunat-sunat itu dengan setulus hatinya (ikhlas),  yang nantinya pahalanya itu akan menjadi koleksinya di akhirat kelak.

Bergeser dari shalat fardlu untuk shalat sunat hukumnya sunat

Apabila anda melakukan shalat sunat yang mengiringi shalat fardlu, maka di sunatkan melaksanakanya pindah dari tempat melakukan shalat fardlu.

Misalnya kita shalat fardlu di suatu tempat, maka setelah selesai salam, apabila kita akan melaksanakan shalat sunat rawatib, hendaknya ada jarak waktu, yakni membaca do’a atau bicara lain, kemudian apabila hendak melakukan, anda harus pindah atau bergesar tempat, kebelakang sedikit atau kesamping atau sesuai keadaan dan kondisi di mana anda melakukan, apabila keadaan sempit karena penuh jama’ah boleh sesuai kesempatan ruang gerak yang ada, setelah itu baru kita melaksanakan shalat sunat.

Kenapa harus bergeser atau berdo’a atau bicara lain ? karena untk memebedakan bahwa yang anda kerjakan adalah beda dengan shalat sebelumnya.

Demikian pula sbagaiman yang di ajarkan oleh Rasulullah saw. Kepada Mu’awiyah dalam melaksanakan shalat sunat.

Dalam hadist di riwayatkan sebagai berikut :

Artinya :
“Bahwasanya Rasulullah saw. Memerintahkan pada kami (Mu’awiyah), agar agar supaya jangan menyambung shalat (fardlu) dengan shalat (sunat) hingga berbicara (atau membaca do’a/wirid), atau keluar (bergeser dari tempat semula)” (HR.Muslim).

Kalau anda sering memperhatikan orang-orang shalat di masjid atau surau yang seperti itu, maka itu adalah hukumnya sunat. Apakah anda mau mencobanya?

Semoga ilmu baru yang sekarang anda dapatkan dari membaca artikel ini dapat di amalkan dengan sebenar-benarnya.

Sebarkan apa yang anda tahu kepada orang lain yang belum tahu, maka anda telah menjalankan kewajiban syi’ar islam dan semoga amal ibadah anda di terima oleh Allah swt. Amin ya rabal’alamin.

Dan semoga artikel ini ada manfaatnya bagi saya dan bagi pembaca semuanya.

Allahuma shali ‘ala syayidina Muhamad wa’ala ‘ali syayidina Muhammad walham dulillahi rabal’alamin.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan