Mendidik anak dengan cara Islami – bagian I

Melanjutkan pembahasan kita soal keistimewaan keturunan. kali ini kami ingin memberikan beberapa tips atau cara mendidik anak sehingga menjadi anak yang saleh atau salehah, berbakti kepada orang tua dan cinta kepada Allah serta Rasulnya.

Anak-anak merupakan anugerah dari Allah yang tentu bagi orang tua manapun memiliki arti yang sangat besar, istimewa bahkan segala-galanya. Anak-anak juga merupakan amanah yang dipercayakan Allah subhanahu ata’ala kepada orangtua, yang harus dijaga dan dipelihara dengan sebaik-baiknya agar mereka bisa mendapatkan keselamatan di dunia dan di akhirat.

Ketika  membangun mahligai rumah tangga, salah satu tujuannya adalah memiliki keturunan yang baik. sebuah keluarga kecil akan makin sempurna dengan kehadiran buah hati. Anak  juga meramaikan suasana, menghilangkan penat, mendatangkan keceriaan dalam sebuah rumah.

Setiap  anak yang dilahirkan ke muka bumi ini, tak peduli siapapun ayah dan ibunya, mereka laksana sebuah kertas putih yang polos dan bersih. Mereka  tidak mempunyai dosa dan kesalahan serta keburukan. Orangtua  lah yang berkewajiban memberikan coretan warna ke atas kertas itu, apakah hitam, biru, merah, garis atau berupa lukisan yang indah. Apa  yang tertulis di atas kertas akan menjadi gambaran watak seorang anak.

Jika ia dididik dan dibiasakan dengan hal- hal yang terpuji lagi baik, maka ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga orang tua dan pendidiknya ikut serta mendapatkan berkah pahala. Sebaliknya, jika ia dibiasakan dan dididik dengan hal-hal buruk, maka ia akan tumbuh dengan keburukan itu. maka orang tua dan pedidiknya juga ikut memikul dosa karenanya.

Itu sebabnya apabila telah tampak tanda-tanda pola pikir pada seorang anak, dimana ia mulai dapat berbicara, mendengarkan nasehat dan menyerap ilmu, maka selayaknya dia mendapatkan perhatian yang serius dan pengawasan yang cukup. Sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap menerima segala sesuatu yang mewarnainya.

Adapun hal pertama yang harus kita ajarkan adalah persoalan tauhid. ajarkan padanya pertama dengan mengenalkan Islam, dan dalam di dalam Islam tauhid adalah yang paling penting.

Maka perlahan dengan bahasa yang mudah ia cerna, tanamkan kepadanya bahwa Allah itu adalah tuhannya, Allah hanya satu dan hanya Allah yang boleh disembah, tidak ada yang lain bahkan diri anda sekalipun.

Kemudian kenalkan nabi Muhammad SAW kepadanya, bahwa nabi Muhammad adalah nabi Rasulullah utusan Allah yang terakhir dan tidak akan ada lagi nabi yang diutus setelah beliau.

Setelah itu baru perkenalkan secara perlahan dengan doa-doa pendek, biasakan dirinya berdoa ketika akan makan, dan segala aktifitas dimulai dan diakhiri dengan berdoa sesuai dengan contoh-contoh doa yang Rasulullah SAW ajarkan kepada kita semua dalam hadist-hadist yang sohih.

Lanjutkan ke bagian dua.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan