Kisah mualaf yang masuk islam karena pemandangan ini

Shaikh Khidir, seorang khatib di Toronto, menceritakan kejadian pertobatan seorang wanita dalam khotbah Jumat tahun lalu. Dia menyebutkan bahwa seorang wanita non-Muslim pindah ke negara Muslim untuk urusan bisnis.

Saat dia tinggal di antara orang-orang Muslim dan melihat gaya hidup mereka, dia terkesan dan ingin belajar lebih banyak tentang Islam. Akibatnya, dia mulai meminjam buku dari perpustakaan setempat tentang Islam.

Seorang wanita Muslim di perpustakaan sering menanyainya, apakah dia ingin menjadi seorang Muslim. Dia akan menjawab bahwa waktunya belum tiba. Suatu hari saat dia mendapatkan beberapa buku dari perpustakaan dan sedang berjalan pulang, iqamah berkumandang dari sebuah masjid di seberang jalan.

Dia mengamati seseorang yang sedang menyapu lantai meninggalkan pekerjaannya dan berjalan ke arah mesjid untuk berdoa. Dan tepat di sampingnya berdiri seseorang yang sangat kaya yang juga datang ke masjid dengan mobil mahalnya.

Pada saat itu, dia memutuskan untuk menjadi seorang Muslim karena dia sangat terkesan melihat Islam tidak memandang perbedaan antara orang kaya dan orang miskin saat mereka berdiri di hadapan Allah.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling takwa. Sesunggguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” Alquran, Surah Al-Hujuraat, 49:13

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan