Kisah Junaid Baghdadi yang mengorbankan nama besar demi sesama muslim

Junaid Baghdadi menghidupi diri dan keluarganya sebagai pegulat profesional. Suatu hari Pemimpin Baghdad mengumumkan, “Hari ini, Junaid Baghdadi akan menunjukkan keahliannya sebagai pegulat, adakah orang yang menantangnya.”

Seorang pria tua dengan gemetar berdiri dan berkata lantang, “Saya akan menantangnya!”

Siapa pun yang menyaksikan pemandangan ini tidak kuasa menahan diri, mereka tertawa terbahak-bahak sambil bertepuk tangan. Raja terikat oleh hukum Taurat. Dia tidak bisa menghentikan seseorang yang bebas masuk ke arena pertarungan.

Pria tua itu diberi izin untuk masuk ring. Umurnya sekitar enam puluh lima tahun. Ketika Junaid Baghdadi memasuki ring, dia tercengang, termasuk raja dan semua yang hadir. Pikiran mereka satu, “Bagaimana orang tua ini bisa bertarung?”

Orang tua itu berbicara dengan Junaid dengan kata-kata ini, “Dekatkan telingau.”

Dia kemudian berbisik, “Saya tahu tidak mungkin memenangkan pertarungan ini melawan Anda, tapi saya adalah Sayyid, keturunan Nabi Muhammad SAW. Anak-anak saya kelaparan di rumah. Apakah Anda siap untuk berkorban nama, kehormatan dan posisi Anda untuk cinta Nabi Allah dan mengalah kepada saya? Jika Anda melakukan ini, saya akan dapat mengumpulkan uang hadiah dan dengan demikian memiliki uang untuk memberi makan anak-anak dan saya sendiri selama setahun penuh. Uang itu juga akan membayar semua hutang-hutang saya. Apa Anda, Oh Junaid, mau mengorbankan kehormatan Anda demi anak-anak Rasulullah saw?”

Junaid Baghdadi berpikir, “Hari ini menjadi berkah dan kesempatan bagus untuk saya.”

Dalam penampilannya, Junaid Baghdadi beraksi penuh semangat dan mengeksekusi beberapa manuver, menunjukkan kemahirannya sehingga sang Raja tidak mencurigai ada persekongkolan. Tetapi karena terlalu bersemangat, Junaid kelelahan dan kolaps. Ia pun dikalahkan oleh orang tua yang bahkan tak bisa berlari sejauh 1km.

Malam itu, Junaid Baghdadi bermimpi tentang Nabi Muhammad saw., Yang berkata, “Oh Junaid, Engkau telah mengorbankan kehormatanmu, ketenaran, nama dan posisimu yang digembar-gemborkan di seluruh Baghdad, untuk anak-anakku yang kelaparan. Sampai hari ini, namamu tercatat dalam daftar Auliya (teman-teman Allah). ”

Sumber: Dari buku “Tajalliat-e-Jazb” oleh Shaikh Hakim Muhammad Akhtar.
Gambar ilustrasi  Shiek Abdul Bashir

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan