Khalifah ini menggaji bawahan lebih tinggi dari dirinya

“Wahai amirul mukminin, apakah engkau keberatan jika aku mengajukan pertanyaan kepadamu?” kata Ibnu Abi Zakariya. Pertanyaanya dibalas dengan seutas senyuman dari sosok yang ada di depannya. “Tentu tidak, katakanlah.”

“Aku dengar engkau membayar gaji bawahanmu sebesar 300 dinar. Apakah berita itu benar atau hanya kabar burung sahaja?”

“Benar, kabar itu tidak keliru”

“Mengapa?” tanya Ibnu Abi Zakariya merasa heran dan penasaran.

“Aku ingin kebutuhan mereka terpenuhi, agar mereka tidak memakan uang negara”

“Tapi bukankah gajimu justru lebih kecil, padahal engkau adalah orang yang paling berhak atas gaji yang lebih besar ketimbang mereka?”

Yang ditanya diam beberapa saat. Ia justru melangkah pergi dan mengeluarkan seekor keledai. Tak lama setelahnya ia baru menjawab, “Wahai Ibnu Abi Zakariya, keledai ini jika dirunut lagi, ternyata diambil dari harga fai’ (rampasan perang). Tetapi setelah hari ini aku tidak akan pernah menggunakannya.”

Orang yang cerdas dan termasuk Ibnu Abi Zakariya paham betul makna dari jawaban itu. Bahwa khalifah yang ia tanyai, yang tidak lain adalah Umar bin Abdul Aziz, begitu zuhud. Zuhud membuatnya tak sembarangan menggunakan atau memakan harta apapun. Zuhud membuatnya hidup sederhana. Zuhud membuatnya tak mau menerima pemberian besar dari negara. Zuhud membuatnya menjauhi fasilitas mewah yang sebenarnya adalah haknya sebagai kepala negara.

Pada kesempatan lain, Umar bin Abdul Aziz ditanya oleh seseorang. “Wahai amirul mukminin, sebenarnya engkau bisa mengambil uang di Baitul Mal dua dirham sehari, sebagaimana dulu dilakukan Umar bin Khatab. Mengapa engkau tidak melakukannya?

Dengan senyum tawadhu’, didasari pemahaman bahwa dirinya tak lebih mulia dari kakeknya itu, Umar bin Abdul Aziz menjawab, “Wajar jika Umar bin Khatab mau menerimanya. Sebab setelah menjadi khalifah, beliau tak punya apa-apa. Tetapi aku, hartaku cukup untuk memenuhi kebutuhanku.”

Disadur dari tulisan Muchlisin BK/kisahikmah.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan