Cara setan merasuki jiwa manusia

Setan sudah jelas dikatakan sebagai musuh terbesar manusia di muka bumi. bangsa jin yang durhaka dan sesat ini mempunyai misi untuk menjerumuskan anak dan cucu adam sebanyak mungkin untuk menemani mereka di neraka Jahanam kelak. Mereka mempunyai sarana dan kekuatan untuk melakukan hal itu.

Setan mempunyai kemampuan di luar akal manusia, sehingga bagi manusia yang tidak memiliki iman dan ilmu yang baik akan mudah terjerumus oleh tipu daya setan dan koloninya. Sebaliknya, manusia yang memiliki ilmu dan iman menjadi musuh yang sulit dikalahkan oleh para setan tak peduli dengan cara apapun.

Yang pertama, setan merasuki jiwa manusia dengan memanfaatkan akal pikiran manusia itu sendiri.

Setan dengan liciknya mampu memasuki akal manusia dengan cara memoles logika manusia sehingga kebatilan dan kejahatan tampak dalam pandangan akal manusia sebagai sesuatu yang baik dan benar. Hiasan yang menyesatkan buah karya setan ini menjadikan manusia kehilangan pijakan dan kemampuan untuk membedakan kebenaran dan kebaikan dari kebatilan dan kejahatan.

Logika dan akal pikiran memang menjadi pandangan manusia di era modern saat ini. pergeseran jaman mengubah cara pandang kebanyakan orang tentang konsep jin, setan atau iblis. Banyak orang sudah tidak percaya dengan makhluk yang sejatinya adalah musuh terbesar manusia ini.

Setan memasuki wilayah akal manusia melalui lintasan pikiran, rasa takut, cemas, prasangka, opini, pendapat dan buah pikiran yang tidak dilandasi oleh iman dan ilmu yang kemudian secara perlahan membangun suatu struktur logika baru tentang suatu hal. Kita bisa dapati fenomena seperti ini dengan munculnya berbagai ajaran sesat yang mengklaim dirinya sebagai nabi atau bahkan tuhan.

Apabila Allah SWT memberikan hidayah kepada hamba-hamba-nya, maka setan sebelaliknya akan mengajak mereka untuk menciptakan ajaran-ajaran baru yang tidak pernah disyariatkan.setan dengan liciknya memanfaatkan kecerdasan manusia untuk memunculkan pikiran-pikiran yang baru, ide baru, seolah-olah sebagai sebuah kebenaran yang datang dari ilahi,

Yang kedua, setan merasuki jiwa manusia dengan cara menghadirkan bias terhadap kebenaran dan membisikkan sesuatu ke dalamnya sehingga manusia akan merasakan keragu-raguan.padahal apa yang diragukan tersebut adalah sebuah kebenaran. Tetapi dikarenakan telah dibisiki oleh tipu daya setan, kebenaran itu tidak pernah sanggup mendorong seseorang untuk bertindak dan berbuat.

Selain itu, setan juga dengan licik memanfaatkan karunia Allah kepada manusia menjadi senjata, yaitu syahwat yang ada dalam diri manusia. Syahwat adalah karunia atau insting alami dalam diri manusia yang membuat manusia mampu melakukan tindakan seperti binatang. dari syahwat perut, misalnya, lahir sifat-sifat yang buruk berupa rakus,kikir,dengki,serta tindak kriminal berupa pencurian, perampokan hingga pembunuhuan. kemudian dari syahwat seks lahir dosa perselingkuhan dan perzinaan.

Di situlah letak kekuatan setan dalam menjalankan misinya di dunia. mereka mampu memanfaatkan kelebihan yang dimiliki oleh manusia menjadi senjata yang memakan tuannya sendiri. semoga kita terhindar dari perbuatan-perbuatan tercela itu.

Yang ketiga, apabila pikiran dan syahwat sudah dikuasai oleh setan, maka pekerjaan mereka akan menjadi lebih mudah untuk membentuk dan mengarahkan perbuatan-perbuatan manusia. tetapi, setan tidak akan pernah puas hanya mendorong manusia melakukan tindak kejahatan. Setan akan terus mendorong manusia untuk mengulangi kemaksiatan dan kejahatan sampai akhirnya menjadi suatu kebiasaan.

Kemudian, ia akan mengukuhkan kebiasaan-kebiasaan buruk dan dosa-dosa itu menjadi tabiat manusia. tabiat buruk ini menjadi bagian alamiah dari manusia, di mana ia merasakan ketergantungan. Akhirnya, manusia itu akan tiba di satu titik dimana dosa-dosa itu sebagai sebuah kenikmatan yang harus dilakukan, harus dikerjakan tanpa pandang bulu, tanpa pandang aspek-aspek agama, kemanusiaan dan hukum.

Setan itu memberikan janji-janji dan membangkitkan angan-angan kosong pada manusia. setan suka menghadirkan rasa takut akan banyak hal, misalnya kemiskinan sehingga ia cenderung bersifat kikir.

Setan juga mempunyai banyak cara lain untuk menggoda manusia. jika cara-cara di atas tidak membuahkan hasil, setan akan menggoda manusia untuk melakukan dosa-dosa kecil. Ia membisikkan kepada manusia bahwa dosa-dosa kecil ini sangat mudah dilebur dan dihapus oleh amal kebaikan seperti istighfar dan shalat. Hasilnya, manusia akan merasa tidak bersalah ketika melakukan dosa-dosa kecil.

Manusia juga diajak untuk senantiasa memperhatikan dan menjalankan hal-hal mubah secara berlebihan, misalnya banyak makan, banyak minum, banyak tidur, banyak bermalas-malasan dan lain-lain. tidak berdosa, tetapi juga tidak berpahala. lama kelamaan manusia akan malas shalat, malas mengaji dan malas mengerjakan ibadah lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan