Kisah janda yang menjaga kehormatan diganjar kebaikan

Suatu hari, Abdullah bin Abu Bakar melakukan perjalanan. Di tengah perjalannya, ia merasa sangat haus tetapi tidak mempunyai air lagi untuk diminum. Sehingga ia pun menunda perjalannya. Beruntung ia kemudian menemukan sebuah rumah.

Di rumah itu berdiam seorang wanita. Abdullah bin Abu Bakar mencoba mengetuk pintu dan meminta air kepadanya. Wanita itu membawakan segelas air tetapi memintanya untuk menjauh dari pintu. “Mintalah anak kecil untuk mengambil air ini, karena aku adalah wanita yang hidup seorang sendiri. Suamiku sudah meninggal beberapa waktu yang lalu.”

Abdullah kemudian meminta seorang anak kecil untuk mengambilkan air itu untuknya. Setelah puas minum, Abdullah bin Abu Bakar berkata pada anak kecil yang membantunya tadi. “Nak, tolong berikan uang ini kepada wanita itu,”

Melihat apa yang diberikan kepadanya, wanita itu terkejut. Betapa tidak, karena uang yang diterimanya berjumlah 10.000 dirham. Jumlah uang yang sangat besar baginya.

“Subhanallah, apakah engkau mengejekku?” kata janda itu.

Setengah bingung, Abdullah bin Abu Bakar kembali meminta anak kecil tadi untuk memberikan uang lagi kepada wanita itu.

“Kalau begitu, aku tambahkan lagi menjadi 20.000 dirham.”

“Aku mohon keselamatan dari Allah,” kata sang wanita mengetahui jumlah itu.

“Kalau begitu aku tambahkan lagi menjadi 30.000 dirham,” timpal Abdullah.

Dalam buku Min Rawa’i Tarikhina (Golden Stories; Kisah-kisah Indah dalam Sejarah Islam), Syaikh Mahmud Mustafa Sa’ad dan Syaikh Dr. Nashir Abu Amir Al Humaidi melanjutkan kisah itu. “Sorenya, banyak laki-laki yang melamar wanita itu.”

Rasa malu mendorong sang wanita untuk menjaga kehormatannya dari laki-laki di sekitarnya. Karena rasa malunya, kini kebaikan datang bertubi-tubi, hingga banyak laki-laki ingin melamarnya disebabkan kekaguman.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan