9 Keutamaan qurban menurut KH M Arifin Ilham

Berkurban merupakan salah satu amalah yang disunnahkan memasuki bulan Dzulhijjah dengan menyembelihkan hewan berkaki empat dengan syarat dan rukun tertentu. Momen ini pula yang disebut dengan Hari Raya Idul Adha.

Berkurban tentu hendaknya dilandasi keimanan dan kesanggupan. Jika imannya kuat dan punya keinginan tapi belum sanggup, maka jangan dipaksakan.

Inilah 9 hikmah agung ibadah qurban yang diungkap oleh dai kharismatik Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham.

Bukti bahwa kita bersyukur atas nikmat Allah

“Supaya mereka menyebut nama Allah atas apa yang Allah rezekikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (Qs. al-Hajj [22]: 34)

Bukti kecintaan kita kepada Allah

“Kalian tidak akan meraih kebaikan sempurna kecuali dengan infaqkan apa yang paling kalian cintai.” (Qs Ali ‘Imran [3]: 92)

Bukti Ketaqwaan seorang hamba

“Daging-daging unta dan darahnya itu, sekali-sekali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah. Tetapi ketaqwaan dari kamulah yg dapat mencapainya.” (Qs. al-Hajj [22]:37)

Meneladani Rasulullah

Syafaat hanya akan diberikan salah satunya kepada mereka yang meneladani Rasulullah.

“Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku. Niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs Ali ‘Imran [3]: 31)

Berhak Beribadah kepada Allah

“Barang siapa yang mempunyai keluasan (harta) dan tidak mau berqurban, maka janganlah mendekati tempat shalat kami!” (Hr Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ibnu Majah, Imam al-Hakim, Imam ad-Daruquthni dan Imam al-Baihaqi)

Memperoleh Ampunan segala dosa

“Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan.” (Hr. Imam Abu Daud dan Imam at-Tirmidzi)

Pahala yang super besar

“Sesungguhnya ia (hewan qurban) akan datang pada Hari Kiamat dengan tanduk, kuku, dan bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah hewan qurban akan jatuh pada sebuah tempat di dekat Allah sebelum darah mengalir menyentuh tanah. Maka berbahagialah jiwa dengannya.” (Hr Imam at-Tirmidzi, Imam Ibnu Majah dan Imam al-Hakim)

Meneladani Nabi Ibrahim

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (aqil baligh) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, ‘Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku memotong lehermu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia (Nabi Ismail ‘Alaihis salam) menjawab, ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabra.’ Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan Kami memanggilnya, ‘Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) ‘Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.’ Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Qs ash-Shaffat [37]: 100-110)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan