Gagal bunuh diri cuma gara-gara ini, bikin kaget!

Permasalahan hidup rupanya telah membuat laki-laki itu menyerah kalah. Tak kuat menghadapi masalah demi masalah, ia siap menanggalkan segalanya dengan cepat dan ringkas, bunuh diri. Ia pun sudah mempersiapkan segalanya.

Tetapi, ketika niatannya telah kuat, tepat di detik-detik akhir, tiba-tiba ponselnya berdering menandakan adanya pesan singkat yang masuk.

“Apa kabar mas? Lama tak jumpa. Aku rindu” demikian bunyi SMS tersebut.

Sungguh Aneh, selepas membaca SMS itu, keinginannya untuk mengakhiri hidup tiba-tiba mengendur. Bahkan sejurus kemudian ia sadar bahwa apa yang ia kerjakan adalah sebuah dosa besar.

Setelah tertegun beberapa menit, ia pun membalas pesan singkat yang diterimanya.

“Hampir saya bunuh diri, mas” katanya sambil sesenggukan, “Segala peralatan untuk mengakhiri hidup sudah saya siapkan. Tapi gara-gara SMS dari mas Jamil, saya batalkan niatan itu. Ternyata ada orang yang masih kangen dan memperhatikan saya.”

Itulah sepenggal kisah yang Jamil ceritakan.

“Lelaki itu kini sudah berkeluarga,” kata Jamil Azzaini, pria yang mengirim pesan SMS dalam kisah di atas. Tak lain dan tak bukan, ia adalah inspirator Sukses Mulia, “Bisnisnya terus berkembang dan kini semakin besar. Ia sekarang mempunyai kebiasaan baru, yaitu berbagi ilmu kepada siapapun. Ia selalu berpesan, bahwa satu kebaikan akan membuahkan banyak kebaikan pula.”

“Jangan sepelekan kebaikan, walau mungkin tampak kecil,” pesan jamil Azzaini.

Di zaman nabi dahulu, sekitar 14 abad silam, Rasulullah meninggalkan pesan kepada para sahabat,

“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi; shahih)

Kebaikan kecil sesederhana senyuman yang hanya memerlukan gerakan 16 otot, bisa berdampak besar, menularkan kebahagiaan, keceriaan, keriangan yang menyejukkan hati.

Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda,

“Bersedekahlah walau hanya dengan sebutir kurma.”

Mungkin sebutir kurma kita anggap sepele, tetapi sesungguhnya pemberian itu adalah pancaran kebaikan. Aura kasih sayang. Inilah yang menimbulkan kecintaan dan kebahagiaan.

Seperti pesan beliau, “Saling memberi hadiah-lah, niscaya kalian saling mencintai.”

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan