Berkali-kali koma, anak ini lolos dari maut berkat doa dan kesabaran ibu

Anak adalah idaman semua orang tua. Tapi, apa jadinya jika anak yang diidam-idamkan justru tersiksa karena penyakit dan kelainan. Inilah kisah seorang bayi mungil yang divonis kelainan paru-paru dan jantung.

Sore itu, seorang dokter jaga ikut dalam perjuangan menyelamatkan sang bayi.

“Aku bergegas memberi pertolongan ke anak itu dengan menggunakan kejut jantung selama 45 menit. Tapi selama itu pula jantungnya tak bereaksi sedikitpun,” kenang sang dokter.

Tetapi perjuangannya membuat Allah berkehendak lain, bahwa nyawa anak masih tertolong. Jantungnya kembali berdetak.

Setelah lepas dari ancaman kematian si anak, dokter bergegas mengambari ibu pasien.

“Ibu, kegagalan jantung putra ibu dikarenakan pendarahan di tenggorokan. Sebelumnya kami mengetahuinya, kami mendiagnosa otaknya sudah tidak berfungsi,”

“Alhamdulillah,” jawab ibu pasien, membuat dokter merasa heran.

Kendati demikian, si anak belum sepenuhnya lepas dari bahaya. Sepulu hari kemudian insiden serupa kembali terulang. Selama 45 menit dokter dan tim berjuang membangunkan kembali jantung sang anak.

“Mohon maf Bu, kali ini kami tak bisa berbuat banyak,” ujar dokter ketika berjumpa dengan ibu pasien.

“Alhamdulillah,” jawabnya yang sama tapi kali ini dibubuhi doa, “Ya Allah, jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia.”

Mendengar doa ini, siapapun pasti akan merasakan kepedihan yang sama. Kesabaran dan ketegaran sang ibu sungguh membuat hati siapapun, membuat tenggorakan dokter itu tercekat kaku dan perlahan matanya mulai berkaca-kaca. Sementara hatinya menahan sekuat tenaga agar air matanya tak tumpah.

Yang membuat takjub, tak lama setelah lantunan doa itu diucapkan, jantung si anak kembali berirama. Tak cuma hidup, pendarahannya pun berhenti seolah ada sesuatu yang menyumbatnya. Masya Allah!

Selang beberapa hari, jantung anak itu berdetak normal. Dua, tiga, empat dan di hari kelima, ujian lain datang mendera.Sebuah bisul bernanah tiba-tiba tumbh di kepalanya. Sang anakpun kembali koma selama beberapa hari.

“Alhamdulillah,” Itu kalimat yang kembali meluncur dari lisan wanita berjilbab itu.

Selang beberapa minggu, bisulnya menghilang tapi sang anak justru keracunan di dalam darah hingga ia mengalami shock dan kembali koma.

Tetapi lagi-lagi, wanita itu menjawab dengan lirih: “Alhamdulillah,” kemudian berdoa, “Ya Allah, jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia.”

Di pekan keempat, anak itu pulih dari keracunan tapi hanya baikan selama tiga hari, penyakit lain mendera, kali ini peradangan di bagian dada hingga rusuk. Tak banyak yang bisa dilakukan, tetapi lagi-lagi ibunya hanya berkata,   “Alhamdulillah… Ya Allah, jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia,” jawaban teduh dan doa penuh tawakal itu kembali keluar dari lisan sang ibu.

Kini, subhanallah…

Dua bulan setelah melewati berbagai ujian penyakit, sang anak sehat sediakala. Perlahan tubuhnya tampak sehat dan bertenaga. Selera makannya juga membaik dan alat penopang hidupnya juga sudah dilepas.

Semua ini berkat kesabaran, ketabahan dan tetap dalam rasa syukur tak peduli bagaimanapun sulitnya cobaan yang dilalui.

Ini adalah kisah yang harus jadi pelajaran kita semua…

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan