Hukum Mimpi Basah Di Siang Hari Pada Bulan Puasa

Hukum Mimpi Basah – Pengertian mimpi basah merupakan keluarnya cairan sperma di saat tidur yang di alami seorang laki laki. Pada umumnya mimpi basah sering dilakukan oleh para remaja laki laki yang sebagai tanda bahwa remaja tersebut telah memasuki masa puber atau dalam agama Islam masa baligh. Mimpi basah sendiri bisa di karenakan mimpi yang erotis maupun tidak ya sebenarnya tergantung dari mimpi itu sendiri.

Hukum Mimpi Basah

Terus bagaimana pandangan agama Islam mengenai mimpi basah, ya seperti yang sudah kami jelaskan diawal bahwa mimpi basah kerap terjadi pada seorang pria remaja. Dimana mimpi basah tersebut merupakan salah satu tanda bahwa pria tersebut sudah baligh. Namun yang perlu diperhatikan ketika seorang muslim mimpi basah hingga mengeluarkan mani, maka orang muslim tersebut diwajibkan untuk mandi besar atau junub.

Meskipun Hukum air mani sendiri suci, tapi tetap diwajibkan untuk melakukan mandi wajib. Kemudian untuk pakain yang terkena air mani sendiri juga tidak najis, karena ada beberapa hadist yang menjelaskan bahwa Baginda Nabi juga terkadang menggunakan pakaian yang terkena cairan air mani untuk melakukan ibadah Shalat.Terus bagaiamana jika mimpi basah pada siang bulan Ramadhan, apakah batal atau tidak? untuk mengetahui penjelasan bagaiamana Hukum Mimpi Basah Pada Siang Hari Dibulan Ramadhan, lihat penjelasannya dibawah ini.

Hukum Mimpi Basah Di Siang Hari Pada Bulan Puasa

Mimpi basah di waktu siang hari pada bulan puasa ramdhan tidaklah membatalkan puasa sebab bukan pilihan (keinginan) orang yang berpuasa itu dan bagi yang mimpi basah di wajibkan untuk menjadi janabah atau junub. Apabila mimpi basah setelah shalat subuh lalu mengakhiri mandinya sampai waktu shalat dzuhur maka tidak merusak puasanya. Dan apabila berhubungan badan dan tidak mandi melainkan sehabis terbit matahari maka dia tidak berdosa dalam hal itu. Hal tersebut terdapat beberapa penjelasan dari hadist Nabi Saw bahwa Nabi juga pernah masih dalam keadaan junub pada pagi hari yang disebabkan bersetubuh dengan istrinya, selanjutnya beliau mandi dan berpuasa.

Sebaliknya bagi wanita nifas atau haid, jika mereka sudah suci di malam hari dan belum mandi kecuali sesudah terbit matahari maka keduanya puasanya sah dan tidak berdosa. Namun yang perlu di ingat tidak boleh juga mereka berdua dan juga orang junub untuk mengkharikan shalat atau mandi sampai terbitnya matahari. Dimana mereka wajib sesegera mungkin mandi sebelum matahari terbit dan menunaikan shalat subuh pada waktunya.

Kurang lebihnya hanya itu yang bisa kami bahas kepada anda mengenai Hukum Mimpi Basah di waktu siang hari pada bulan puasa ramdhan, semoga dengan adanya pembahasan ini memberikan pemahaman kepada anda. Jangan lupa baca juga Hukum Nikah Siri yang kami bahas pada kesempatan sebelumnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan