Penjelasan Hukum Mencicipi Masakan Saat Puasa Ramadhan

Hukum Mencicipi Masakan Saat Puasa – Menjalankan puasa ramadhan bagi umat muslim yang ada di dunia merupakan sebuah kewajiban yang harus dikerjakan. Karena puasa dibulan ramadhan adalah puasa yang hukumnya wajib. Dan kami rasa anda semua juga selalu menanti nantikan bulan ramadhan ini, sebab pada bulan suci ini banyak keistimewaan yang di dapatkan bagi siapa saja yang mereka mau mengerjakan amalan baik termasuk menjalan puasa ramadhan.

Hukum Mencicipi Masakan Saat Puasa

Terlepas dari hal itu, banyak pertanyaan yang masih sering mengganjal terhadap umat muslim khususnya bagi perempuan. Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan yakni mengenai hukum mencicipi masakan pada saat puasa ramadhan apakah batal atau sah.? Sebagaimana yang kita ketahui salah satu hal yang dapat menyebabkan batalnya puasa yakni memasukan benda baik itu berupa makanan atau air ke dalam rongga mulut dengan sengaja.

Terus bagaiamana mencicipi makanan yang secara disengaja untuk merasakan enak atau tidaknya masakan yang dibuat? Penjelasan lebih lengkapnya mengenai Hukum Mencicipi masakan saat puasa ramadhan, anda bisa melihat penjelasan lengkapnya dibawah ini.

Hukum Mencicipi Masakan Saat Puasa Ramadhan

Hukum mencicipi masakan menurut Syafi’iyah

Pendapat yang pertama dari Syafi’iyah, mencicipi makanan untuk menghidangkan masakan atau makanan yang lezat dan enak hukumnya boleh atau tidak membatalkan puasa. Akan tetapi saat mencicipi tidak boleh ditelan namun harus diludahkan kembali. Dan apabila saat mencicipi sampai tertelan dan sampai terasa kenyang maka puasanya akan batal.

Hukum mencicipi masakan menurut Malikiyah

Kemudian pendapat yang kedua mengenai Hukum mencicipi masakanan saat puasa dijelaskan oleh malikiyah yang menjelaskan bahwa hukumnya boleh. Akan tetapi jika masakan tersebut sampai masuk ke perut baik itu disengaja maupun tidak puasanya batal dan haru mengganti atau mengqadhanya.

Hukum Mencicipi masakan menurut Hanabillah

Selain pendapat dari golongan malikiyah dan syafi’iyah, ada juga pendapat dari hanabillah yang menjelaskan tentang Hukum mencicipi masakan saat puasa yakni hukumnya makruh apabila tidak diperlukan.

Hukum Mencicipi masakan menurut Hanafiyah

Dan untuk pendapat yang terakhir mengenai hukum mencicipi masakan dijelaskan oleh golongan hanafiyah. Dimana golongan ini menjelaskan bahwa hukumnya makruh terkecuali untuk koi atau juru masak.

Selain dari ke empat pendapat yang dijelaskan diatas, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa mencicipi masakan saat puasa hukumnya diperbolehkan untuk wanita dan koki. Akan tetapi dengan syarat saat mencicipi makanan hanya sebatas pada ujung lidah dan tidak dibolehkan sampai ditelan. Dan jika sampai tertelan dan masuk kedalam perut maka puasanya batal.

Mungkin hanya itu yang bisa kami sampaikan mengenai penjelasan hukum mencicipi masakan saat puasa ramadhan. Semoga dengan adanya penjelasan artikel ini, memberikan pemahaman mengenai penyebab batalnya puasa ramadhan. Dan kami berharap artikel ini juga bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan